JIKA rakyat memerlukan bantuan, adalah kewajiban pemimpin atau pemerintah untuk membantunya. “Yang patut ditolong dengan harta, tolong dengan harta. Yang patut ditolong dengan mulut, tolong dengan mulut. Dan, yang patut ditolong dengan anggota, tolong dengan anggota.” Pendek kata, pemimpin dan atau pemerintah harus mampu memberikan bantuan kepada rakyat yang memang memerlukannya. Pasal apa? Karena ada rakyatlah, berdirinya sebuah pemerintahan yang diterajui oleh seorang pemimpin
Universitas Maritim Raja Ali Haji pada tahun 2009 ini mendapat kehormatan sebagai Tuan Rumah Penyelenggaraan Forum Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan yang ditaja oleh Departemen Pertahanan Khususnya Badan Litbang Pertahanan. Dengan Tajuk “Membangun Kepulauan Riau sebagai daerah Pertumbuhan di wilayah Perbatasan yang berwawasan Pertahanan“ yang bertempat di ballroom Impian Hotel Bintan Beach Permata Resorts, Tanjungpinang sebagai rangkaian acara dari Dies Natalis UMRAH ke-2. Berikut adalah Sekelumit Foto-Foto dari acara tahunan …
Berbicara tentang strategi pembangunan Kepulauan Riau, pertanyaan sederhana yang perlu kita ajukan terlebih dahulu adalah, apa sebenarnya yang dimaksud dengan pembangunan ekonomi (berbasis) maritim dan pengembangan ekonomi kerakyatan melalui pengelolaan sumber daya kelautan seperti perikanan, akuakultur dan sebagainya. Jawaban dari pertanyaan sederhana di atas barangkali menimbulkan implikasi lain yaitu munculnya pertanyaan: apakah ke depan kita sudah mempunyai persepsi yang sama tentang orientasi dan arah pembangunan ekonomi, sosial dan kemasyarakatan daerah kepulauan ini?